Tersinggung Ditegur Merokok, Seorang Pria di Polewali Tega Bacok Istrinya

Polewalimandar.net [Polman/02/11/2017]. – Hanya karena tersinggung ditegur oleh istrinya, seorang suami di Dusun Simbalatu, Desa Palatta, Kecamatan Tapango, tega membacok istri sendiri.

Peristiwa ini terjadi Sabtu (28/10) pukul 20:30 WITA. Pelaku Tamrin alias Tame (36) membacok istrinya Asrianti (30) beserta seorang rekannya Waden.

Kejadian berawal saat korban Asrianti (30) bersama rekannya Waden (40) sedang menonton televisi di rumahnya. Pelaku kemudian datang. Saat itu, sang istri menegur pelaku, agar tidak merokok didekatnya. Merasa tersinggung dengan ucapan korban, pelaku kemudian langsung marah dan mengambil sebilah parang lalu menebas korban.

Korban sempat melakukan perlawanan dengan cara menangkis menggunakan kedua tangannya. Akibatnya korban menderita luka yang cukup parah, kedua tangannya nyaris putus.

Setelah menebas istrinya, pelaku yang terlihat sudah kalap, kembali mengayunkan parangnya ke tubuh rekan istrinya Waden. Usai melakukan perbuatan itu pelaku kemudian langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian.

Korban yang sudah bersimbah darah kemudian berteriak meminta pertolongan kepada tetangga. Warga kemudian langsung membawa kedua korban ke Puskesmas Pelitakan. Namun karena mengalami luka yang cukup parah, kedua korban kemudian dirujuk ke RSUD Polman.

Pihak keluarga telah resmi melaporjan kasus ini ke Mapolsek Tapango dengan nomor laporan Polisi : LP/27/X/2017/Sek Pers Tapango.

“Saya juga tidak tahu apa penyebabnya karena pada saat kejadian saya tidak di tempat kejadian,” kata Muh. Siri, kerabat korban.

Kepala Desa Palatta, Muhammad Ramli menuturkan belum mengetahui persis kronologi kejadiannya. Ia baru tahu setelah mendapat informasi dari warganya.
“Ya, korban ini warga saya. Namun kejadiannya saya tidak tahu,” jelasnya, saat ditemu di ruang UGD RSUD Polewali.

Kapolsek Tapango Iptu Soleman, menuturkan, pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa sisa potongan rambut korban. Sementara barang bukti lain yaitu parang yang digunakan dibawa kabur oleh pelaku.

“Hingga kini pelaku masih buron dan dalam pengejaran aprat kepolisian,” tutur Soleman.

Hingga kini, korban masih menjalani perawatan medis di ruang tindakan UGD RSUD Polman. Kedua korban mengalami luka yang cukup serius di beberapa bagian tubuhnya, seperti bagian tangan, kepala, punggung dan leher.

“Lukanya cukup serius, banyak luka terbuka terpaksa kami jahit,” kata Salahuddin, petugas UGD.

sumber : fokusmetrosulbar.com

Please follow and like us:
0

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*