Kecewa, Aktivis dan Warga Polman Ini Tagih Janji Politik AIM-Natsir

Polewalimandar.net [Polman/06/11/2017]. – Mantan Ketua KPM-PM Polman Ismail dan Abdul Jalal Bohari warga Polman, Menagih janji Bupati dan Wakil Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar dan Natsir. 6 langkah strategis yang dimasukkan dalam rumusan visi dan misi 5 tahun kepemimpinan sebagai bupati dan wakil bupati.

Menurut mantan ketua KPM-PM Polman, Ismail mengatakan, sudah 4 tahun merasakan kinerja pemerintah sebagai masyarakat polewali mandar tentu merasakan dampak positif maupun dampak negatif dari kinerja tersebut baik sektor dibidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pembedayaan pengembangan SDM di Polewali Mandar.

“Dalam hal ini tentu sebagai masyarakat kami punya hak menilai hasil kinerja pemerintah sesuai dengan janji bupati/wakil bupati pada saat dilantik tanggal 7 januari 2014,” Ujarnya.

Ismail menambahkan, saya menganggap masih banyak janji yang belum teralisasi secara kasat mata. “Katanya pemerataan pembangunan dari desa sampai ke kota, tapi kok itu tidak terlihat,” Ucapnya.

Hal yang sama disampaikan, Abdul Jalal Bohari warga Polman juga menuturkan, di beberapa kecamatan yang ada di Polewali Mandar dari 16 kecamatan apakah sudah merata pembangunan infrastruktur jalan, kecamatan matangga, tutar dan bulo, sudah seperti dengan kecamatan yang lain yang seharusnya pemerintah harus lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur di desa.

“Kalau kita ingin merujuk pada visi misi bupati. Tapi yang nampak pembangunan hanya ada wilayah kecamatan polewali saja,” Kesalnya.

Abdul Jalal Bohari, menambahkan, untuk membuktikan hal tersebut tentu sesuai dengan survei ke lapangan. Setelah bertanya kepada masyarakat di matangga dan di polewali tentu penilaian sangat berbeda terkait pemerataan pembangunan.

“Soal pendidikan yang katanya anak usia wajib bersekolah yang seharusya bersekolah dan guru yang tidak ada lagi kekurangan di setiap sekolah dan bantuan pendidikan bagi anak berprestasi itu sampai saat ini masih sangat minim perhatian pemerintah. Apakah ini yang dimaksud pengembangan SDM,” Ungkapnya.

“Termasuk dibidang kesehatan. Dibeberapa tahun terakhir masyarakat Polewali Mandar selalu dihebohkan dengan pelayanan kesehatan RSUD Polewali Mandar. Yang katanya bupati selalu mensosialisasikan kesehatan gratis BPJS yang katanya di gratiskan tapi ternyata masyarakat harus dikenakan boaya sesuai dengan kartu BPJS apa yang kita punya,” Sambungnya.

Sumber : rakyatta.co.id

Please follow and like us:
0

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*