Protes Pemkab Polman, Warga Binuang Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

Polewalimandar.net [Polman/02/12/2017]. – Kesal dengan pemerintah yang tak kunjung memperbaiki jalan di wilayahnya, Warga Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar (Polman) menggelar aksi protes, Kamis (30/11).

Warga menunjukan protesnya dengan cara menanami pohon pisang di jalan tersebut.

Sejumlah warga mengaku kesal lantaran kondisi jalan di wilayahnya telah lama rusak parah namun belum ada upaya perbaikan yang tampak oleh pemerintah. Pantauan, kondisi jalan tampak berlubang dan diketahui telah rusak beberapa tahun yang lalu. Ironisnya, jalan ini hanya berjarak sekitar 100 meter dari kantor desa setempat.

Salah seorang warga, Kosiman mengungkapkan, jika musim hujan, jalan ini menjadi becek dan berlumpur tampak seperti kubangan kerbau. Kata dia, tak jarang beberapa pengedara pernah terjatuh akibat terpesorok kedalam lubang.

Kosiman mengatakan, masyarakat sudah sangat jenuh kepada pemerintah yang tak juga memperbaikinya. Ia memperkirakan bahwa sudah lebih dari 10 tahun kondisi jalan demikian.

“Ini mulai dari Jaman ABM sebagai bupati sampai menjadi Gubernur, dan sekarang AIM yg menjadi bupati tidak ada perbaikan. Saya sangat kecewa dengan pemerintah yang dulu dan sekarang.” kesalnya.

Kosiman juga mengeluhkan pemerintah desa setempat yang seolah tutup mata. Ia mengaku hal itu sudah ia sampaikan kepada kepala desa namun tidak ada tanggapan.

“Andaikan pak Bupati, camat dan pak desa tidak pernah melalui jalan ini. Masa jalan di daerah lain seperti jalan durian, langsat, cendrawasih sudah diperbaiki, sementara jalan disini belum diperbaiki. Kenapa tidak digunakan itu dana desa,” ujarnya.

Kosiman menyayangkan sikap pemerintah desa karena pada saat Musrembang, masyarakat yang punya potensi untuk menyampaikan pendapatnya tidak diundang dan hanya orang dari kalangan tertentu yang diundang.

Kepala Desa Tonyaman, Nursan yang di konfirmasi mengatakan, jalan tersebut telah diukur, jika dana desa sudah cair akan langsung dikerja.

“Semua RAB dan RPJMDnya sudah lengkap,” ungkapnya.

Meski demikian, Nursan mengakui bahwa perbaikan jalan tersebut memang lambat. Kata dia, itu karena terkendala anggaran yang tak kunjung cair.

“Dulu saya berikan pilihan warga disitu, apakah drainase atau jalan, tapi warga memilih perbaikan jalan karena memang jalannya sudah rusak parah,” terangnya.

sumber : masalembo.com

Please follow and like us:
0

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*