Enny Ngaku Tidak Dilibatkan pada Penyusunan RPJMD, Isyarat Pecah Kongsi Kah ?

Polewalimandar.net [Mamuju/03/12/2017]. – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeni Anwar mengaku sama sekali tak dilibatkan pada penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulawesi Barat.

Itu ia akui dalam ‘curhat’ singkatnya kala menghadiri paripurna pengesahan Ranperda RPJMD di gedung DPRD Sulawesi Barat, Kamis kemarin.

Sambil mencurahkan isi hati, isteri mantan Gubernur Anwar Adnan Saleh itu juga memohon maaf atas keputusannya yang baru menghadiri serangkaian agenda paripurna DPRD Sulawesi Barat.

“Saya memohon maaf kepada Ketua DPRD dan para anggota dewan sekalian karena selama 6 bulan ini, saya baru sempat hadir di paripurna DPRD,” kata Enny mengawali sambutannya.

“Saya tidak dilibatkan dari awal tentang pembahasan RPJMD ini. Tapi karena ini komitmen saya memikirkan pembagian Sulbar, dengan kebesaran hati dan komitmen saya, maka saya hadir,” sambungnya.

Jalan menuju penetapan Ranperda RPJMD Sulawesi Barat memang terbilang cukup terjal. Sejak Rabu kemarin, DPRD telah menunda penetapan Ranperda RPJMD tersebut lantaran ketidakhadiran Gubernur dan Wakil Gubernur di forum paripurna.

Saat DPRD kembali mengangendakan paripurna penetapan RPJMD Kamis keesokan harinya, Wakil Gubernur, Enny Anggraeni yang berkesempatan hadir.

Itu pun tak lantas membuat seisi paripurna menerima kehadiran sang Wakil. Ada sejumlah Anggota DPRD yang menginginkan agar Gubernur Ali Baal Masdar mestinya juga ikut hadir.

Jalannya paripurna tersebut diwarnai beberapa kali skors oleh A Mappangara; Ketua DPRD Sulawesi Barat. Selain karena kembali absennya Ali Baal pada sidang tersebut, kuorum tidaknya paripurna juga jadi persoalan tersendiri.

Hingga akhirnya lewat lobi di antara pimpinan fraksi dan pimpinan DPRD, paripurna penetapan RPJMD pun dilanjut dengan keputusan menerima absennya Gubernur serta paripurna yang disimpulkan telah kuorum.

Hingga di ujung paripurna baik legislatif maupun eksekutif akhirnya bersama-sama mengesahkan Ranperda RPJMD menjadi sebuah Perda.

Sementara tetang curahan hati Enny Anggraeni di atas kian menguatkan dugaan publik soal keretakan hubungan antara Ali Baal Masdar dan Enny Anggraeni. Sebab, sebelum-sebelumnya, isu tentang Ali Baal dan Enny yang diduga telah pecah kongsi cukup jadi bahan perbincangan dan mendapat perhatian serius dari publik Sulawesi Barat.

“Karena saya kira bukan rahasia lagi yah, teman-teman di DPRD juga sudah tahu. Jadi lebih baik saya ungkapkan saja bahwa saya memang tidak dilibatkan dari awal (pembahasan RPJMD). Tapi demi rakyat saya ikhlas untuk hadir. Demo rakyat, karena kalau ini tidak ditetapkan, 5 tahun ke depan kita akan gagal,” kata Enny saat dikonfirmasi perihal curahan hatinya.

Enny Anggraeni sendiri sesungguhnya berada di Mamuju pada pelaksanaan paripurna penetapan Ranperda RPJMD Rabu kemarin. Lalu, kenapa ia tak ke DPRD ?.

“Itulah, mungkin… ada sesuatu pada diri saya. Saya bilang… banyaklah saya berfikir. Mungkin karena arahan dari Allah SWT bahwa saya harus menyelamatkan daerah ini,” jelas Enny terbata-bata.

Ali Baal sendiri, kata Enny, masih berada di Jakarta pada saat DPRD menggelar paripurna penetapan RPJMD pada hari Rabu.

“Beliau di Jakarta,” cetus Enny.

Mantan Anggota DPR RI dari partai Golkar itu pun mengaku tak berkomunikasi dengan Ali Baal Masdar saat memutuskan untuk hadir pada paripurna DPRD, Kamis.

“Eeee, lewat Pak Sekda. Betul, tidak ada komunikasi. Ini murni karena tanggung jawab saya,” cetus Enny sambil tersenyum.

Ditanya soal alasan Gubernur Ali Baal Masdar tak melibatkan dirnya pada pembahasan dan penyusunan RPJMD, Enny mengaku tak tahu persis.

“Saya nggak tahu. Saya nggak mengerti. Yang penting saya bekerja, saya berbuat untuk rakyat. Itu aja jawaban saya,” tutup Enny Anggraeni sambil berlalu meninggalkan para pewarta.

Please follow and like us:
0

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*