Laskar Pelangi Di Polewali Mandar [Catatan Reportase Daerah Terpencil]

Butuh Mobil Baru, Hubungi Dealer Resmi Suzuki Mobil Polman – Sulbar

Muhammad Syahrawi, Sekretaris Umum GMNI Cabang Polewali Mandar.

PolewaliMandar.Net – Ini adalah salah satu gambaran kondisi yang ada di Dusun Bombang Desa Patambanua Kecamatan Bulo Kabupaten Polewali Mandar. Akses perjalanan menuju Desa ini sangatlah memprihatinkan setelah melewati jalan poros Matangnga untuk memasuki Desa Patambanua perlu memakan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan untuk sampai ke dusun yang akan kami tuju dan butuh tenaga yang kuat mengendarai kendaraan roda dua (Motor) karena jalannya yang sangat menanjak dan curam serta akses jalannya mirip dengan sungai yang kering sehingga masyarakat sekitar dusun ini berfikir untuk keseringan keluar dari kampung mereka.

Adapun jumlah warga yang tinggal di Dusun Bombang yaitu sekitar 32 Kepala Keluarga dan mayoritas pekerjaan mereka adalah petani ladang. Dimana, hanya mengandalkan hasil panen ladangnya saja untuk bertahan hidup sehari – hari. Sedangkan untuk memanen hasil ladangnya masyarakat sekitar membutuhkan waktu sekitar 1 tahun dan ketika sudah menghampiri masa panen mereka meninggalkan rumahnya selama 3-4 bulan untuk berada di lokasi ladangnya. Jarak dari rumah ke ladang itu sangatlah jauh sehingga menjadi salah satu faktor masyarakat harus menginap di ladangnya selama 3-4 bulan.

Infrastruktur dan kondisi Pendidikan yang ada di Dusun Bombang sangatlah miris dan butuh sentuhan dari Pemerintah. Menurut Informasi yang kami himpun, Sekitar 6 Tahun lalu, melalui Generasi Sehat Cerdas [GSC] bisa mendapatkan bangunan sekolah meskipun tidak permanen dan merupakan kelas jauh dari MI DDI Penatangan. Sekolah ini awalnya didirikan karena jarak Dusun Bombang dengan sekolah Induk sangatlah jauh dan harus ditempuh dengan berjalan kaki sehingga masyarakat berinisiatif membuka kelas jauh tersebut.

Pembelajaran di sekolah ini sempat berjalan beberapa tahun namun ketika ada kebijakan dari Pemerintah Pusat terkait penghapusan Jauh maka para tenaga pendidik mengarahkan semua siswanya untuk kembali ke sekolah induk mereka. Jarak antara Sekolah Induk dan Dusun Bombang sangatlah jauh sehingga proses belajar mengajar menjadi tidak berjalan. Jumlah peserta didik di Dusun Bombang tidaklah sedikit, yakni berkisar 40-50 siswa.

Hal inilah yang menjadi keluhan masyarakat Dusun Bombang. Mereka berharap, ada pihak yang mampu menjembatani aspirasi mereka agar anak – anak mereka bisa mengenyam dunia pendidikan layaknta anak – anak yang lain di Bumi Pertiwi ini.

Kemampuan anak – anak sekitar sangatlah memprihatinkan, beberapa dari mereka masih banyak yang belum mengenal huruf dan angka. Orang Tua mereka mengirim anaknya ke panti asuhan untuk masa depan pendidikan bagi anak – anak mereka. Perhatian Pemerintah Desa yang menjadi harapan masyarakat juga tidak mempu mengatasi permasalahan yang ada di Dusun Bombang. Menurut salah satu pengakuan warga bahwa perhatian Pemerintah Desa ke Dusun Bombang acuh tak acuh terhadap nasib pendidikan anak Dusun Bombang. Sudah sering kali perwakilan warga menghampiri Kepala Desa namun hanya bisa dijanji – janji saja tanpa ada tindak lanjutnya.

Menurut Kepala Dusun Bombang, antusias untuk belajar anak – anak di Dusun Bombang sangatlah tinggi dan semangat belajarnya juga sangat luar biasa.

Kami segenap keluarga Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Polewali Mandar dan Majene melakukan peninjauan dan sekaligus camp selama 3 hari mulai tanggal 1-3 Mai 2019 sambil melaksanakan beberapa program yang telah kami susun bersama guna untuk perhatian kami kepada masyarakat sekitar diantaranya :

  1. GMNI Mengajar disini kami memberikan beberapa pembelajar terhadap adik adik ( siswa ) seperti pengenalan huruf dan angka dan adapun juga pembelajaran umum;
  2. Nonton bareng film laskar pelangi disini kami mempertontonkan kepada seluruh masyarakat mengenai film laskar pelangi yang gambaran TDK bedah jauh nasib yang ada di desanya mereka , sehingga dapat membuka cakrawala berfikir masyarakat sekitar setiap ada kemauan pasti ada jalan;
  3. Buka lapak baca kami sengaja membawa buku guna untuk memberikan sedikit pemahaman menganai betapa pentingnya kita harus banyak baca dan buka adalah gudang ilmu, karena warna sekitar sini sangat minim pengetahuan karena TDK memiliki alat teknologi seperti hp, dan televisi;
  4. Senam bersama warga senam ini merefleksikan warga sekitar sekaligus sebagai canda gurau bersama anak anak sekitar;
  5. Upacara hari pendidikan bersama warga  sengaja kami mengambil tanggal 1-3 Mai 2019 dimana pada tanggal 2 adalah memperingati hari pendidikan nasional, disini kami melaksanakan upacara bersama warga sekitar dan dipimpin langsung oleh babinsa desa patambanua bapak koptu Kaharuddin sekaligus memperlihatkan kepada masyarakat dan mengajak betapa pentingnya yang namanya pendidikan;
  6. Baksos di sekitar dusun bombang kami mengadakan baksos bersama warga dan Babinsa.

Gerakan yang kami lakukan adalah guna memberi semangat kepada adik – adik kami yang sempat patah semangat utnuk menempuh pendidikan dikarenakan jauhnya akses mereka dari kota Kabupaten.


Kegiatan kami selama tiga hari dan tidak lepas dari dukungan BABINSA, Koptu Kaharuddin yang menjadi pembina Desa Patambanua. Selama kegiatan kami banyak meminta arahan dan bimbingan dari beliau sehingga kegiatan kami berjalan dengan lancar. Keramahan masyarakat sekitar membuat kami semakin semangat untuk mengajar adik – adik yang kurang mendapat perhatian dalam dunia pendidikan.

 

Reportase langsung oleh : Muhammad Syahrawi, [Sekretaris Umum GMNI Cabang Polewali Mandar]

Editor : AMHM

Please follow and like us:
error0

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*