AHY KE ISTANA SAJA GA PENGARUH KE UMAT, APALAGI CUMA SELVIE SAMA KEPALA DAERAH

Butuh Mobil Baru, Hubungi Dealer Resmi Suzuki Mobil Polman – Sulbar

Sudahlah, mau SBY, Demokrat, apalagi cuma AHY, jika sudah mengambil jarak, apalagi ikut mendeskreditkan perjuangan umat, selesai sudah. Anda tak perlu riuh, dengan sejumlah komentar AHY, meskipun selvie bersama sejumlah kepala daerah.

AHY ke istana saja, tidak berpengaruh. AHY itu politisi Kemaren sore, anak masih bau kencur. Sikap dan statement politiknya, tidak sedikitpun menambah atau mengurangi Ghiroh umat.

Biarkan saja, AHY mengobral proposal untuk merapat ke rezim. Sebab, partai lain pendukung Jokowi jelas tidak terima AHY datang ke rezim dengan lenggang kangkung, sementara partai yang berhimpun di TKN Jokowi telah berjibaku membela rezim.

Manuver AHY, SBY, atau Demokrat sekalipun, baik menghimbau rakyat untuk mengikuti prosedur hukum, atau tidak mengambil langkah diluar hukum, jika itu dimaknai agar rakyat diam menerima kecurangan, diam atas sejumlah kecurangan yang brutal, abaikan saja. Sejak awal, AHY, atau SBY, bahkan Demokrat memang tidak benar-benar menjejakkan kedua kakinya bersama umat.

Kita juga tidak perlu merasa kehilangan sekutu, justru lepasnya duri dari kaki itu lebih melegakan ketimbang duri itu terus bersarang. Mungkin, butuh waktu sedikit untuk menutup luka akibat tercabutnya duri, setelah itu kita bisa lebih cepat berlari.

Mengambil jarak, memutar haluan, jika berada dalam samudra luas itu mudah saja. Tapi politik Indonesia itu terlalu sempit, terlalu banyak mata dan telinga yang mudah mendeteksi perubahan haluan kapal.

Jika AHY berjuang untuk dirinya, untuk 2024, ya biarkan saja. Boleh jadi, ini momentum tepat untuk Melayukan bunga sebelum berkembang. Ketimbang rakyat terlanjur menganggap semerbak dan wangi, bukankah lebih baik tercium bangkainya sejak dini ?

Semua bisa menilai, atas manuver politik yang terlalu terbuka. Bidak catur politik negeri ini terlalu sempit, bahkan hanya terlihat raja, perdana menteri dan benteng. Jadi, tak mungkin konsentrasi pudar hanya karena gerakan satu pion.

Wahai umat, yang dibutuhkan umat ini hanya terikat dengan syariat, memberikan loyalitas kepada politisi yang melayani umat, dan mencampakkan politisi yang mengambil jarak apalagi mengkhianati umat. Tidak perlu terkesima dengan politik pencitraan, yang dibutuhkan itu politis yang benar-benar serius ingin melayani dan mengurusi kepentingan umat.

Siapapun yang datang, baik politisi gaek maupun yang masih bau kencur, jika mengambil jarak dengan umat, menentang dan mengambil aspirasi berseberangan dengan umat, tinggalkan saja. Umat ini tidak butuh politisi citra, umat ini butuh politisi sejati dan pengabdi.

Umat ini, tidak akan pernah kehilangan, putra-putra terbaik untuk mengurusi urusannya. Umat ini, akan selalu dijaga dan dilindungi Allah SWT, selama berpegang teguh pada syariat, bukan yang lain.

 

Penulis : Nasruddin Joha [Pengamat Politik Internasional]

Editor : Admin

Sumber : WAG

 

Please follow and like us:
error0

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*