Ikuti Arahan Dokter, Penderita Diabetes Tipe 2 Boleh Berpuasa

Butuh Mobil Baru, Hubungi Dealer Resmi Suzuki Mobil Polman – Sulbar

PolewaliMandar.Net – Berpuasa merupakan kewajiban setiap Muslim di bulan Ramadan. Namun bagi penderita diabetes tipe 2, puasa menjadi tantangan yang cukup berat. Ada risiko tinggi bagi mereka yang nekad berpuasa tanpa arahan dokter.

Berbeda dengan diabetes tipe 1 yang disebabkan oleh kelainan pankreas, diabetes tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin. Kurangnya insulin dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

Sebaliknya, pemakaian insulin di bulan puasa akan memperbesar risiko hipoglikemia atau penurunan gula darah secara drastis. Hipoglikemia dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas, pingsan hingga menyebabkan kerusakan otak.

” Sel otak hanya mengandalkan makanan berupa glukosa. Jika otak kekurangan glukosa dalam waktu beberapa menit saja dapat menyebabkan kerusakan sel otak secara permanen,” kata Sidartawan Soegondo, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Pakar Diabetes, di Jakarta, Kamis lalu (9/5).

Agar penderita diabetes tipe 2 dapat aman berpuasa, ada beberapa tata cara yang wajib dilakukan. Pertama adalah dengan konsultasi bersama dokter. Nantinya, Sahabat Dream akan dijelaskan mengenai pemakaian insulin.

“Biasanya insulin dilakukan hanya dengan setengah dosis karna bisa drop kalau dia full dose.” ujarnya.

Sangat dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks saat sahur dan karbohidrat sederhana ketika berbuka. Hindari olahraga berlebihan, ganti dengan aktivitas fisik ringan menjelang jam berbuka puasa.

Penderita diabetes tipe 2 diimbau untuk selalu membawa kantung berisi gula atau permen yang digunakan ketika gula darah turun drastis.

“Begitu terasa gejala keringat dingin, bederbar, lapar muntah dan linglung, puasa harus segera dibatalkan. Jangan ditunda karena pada akhirnya bisa pingsan,” imbuhnya.

 

Editor : Admin

Sumber : https://www.dream.co.id/fresh/penderita-diabetes-tipe-2-boleh-berpuasa-tapi-1905106.html

Please follow and like us:
error0

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*