Akhirnya KPU Menetepkan Hasil Pilpres Tak Jauh Dari Lembaga Survey

Butuh Mobil Baru, Hubungi Dealer Resmi Suzuki Mobil Polman – Sulbar

Jakarta. PolewaliMandar.Net – Hasil resmi penghitungan suara Pilpres 2019 oleh KPU menetapkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasangan nomor urut 01 itu memperoleh 85.036.828 juta suara atau 55,41 persen suara sah. Prabowo-Sandi mendapatkan 68.442.493 juta suara atau 44,59 persen dari total 153.479.321 suara sah.

Hasil penghitungan resmi yang dilakukan secara manual ini tak jauh berbeda dengan hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei yang telah terverifikasi oleh KPU.

Beberapa lembaga survei tersebut antara lain Charta Politika, CSIS-Cyrus, Indikator Politik, Indo Barometer, Kedai Kopi, Litbang Kompas, LSI Denny JA, Median, Poltracking, SMRC, Vox Populi

Saat itu, hanya beberapa jam setelah pencoblosan 17 April, semua lembaga survei tersebut merilis quick count yang menempatkan Jokowi-Ma’ruf sebagai pemenang dengan meraih suara di atas 50 persen.

Sementara hasil quick count Indo Barometer tercatat Jokowi-Ma’ruf 54,35 persen dan Prabowo-Sandi 45,65 persen.

Hitung cepat dari LSI Denny JA jadi hasil yang paling mendekati hitung manual KPU. Berdasarkan hitung cepat LSI Denny JA saat itu Jokowi-Ma’ruf meraih 55,71 persen dan Prabowo-Sandi 44,29 persen.

“Terbukti semua quick count yang dilakukan lembaga kredibel benar,” kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa kepada Antara, Selasa (21/5).

Ardian menambahkan quick count yang dilakukan lembaga survei sepenuhnya kredibel. Jika ada rekayasa, kata dia, maka angka quick count yang dihasilkan akan sama antara lembaga satu dengan yang lain.

“Jika ada rekayasa, semua lembaga survei akan berada di angka 55 persen. Ini angkanya berbeda-beda bahkan lebih banyak yang di angka 54 persen. Hal ini karena semua lembaga survei berusaha untuk menjadi yang terbaik, tercepat dan terakurat,” jelasnya.

Saat pertama kali dipublikasi, hasil quick count sejumlah lembaga survei itu mendapat kritikan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

BPN menuding rilis quick count sebagai upaya penggiringan opini terhadap hasil pemilu yang belum diumumkan secara resmi oleh KPU.

Prabowo bahkan mengambil langkah lebih jauh dengan mendeklarasikan secara sepihak kemenangan dirinya dan Sandiaga.

Kemenangan itu diklaim Prabowo berdasarkan hasil hitung cepat, real count dan exit polls yang dilakukan pihaknya. Tak tanggung-tanggung, Prabowo tiga kali mengklaim kemenangan di hadapan media massa.

Klaim pertama keluar tak lama setelah pencoblosan. Saat itu Prabowo sendiri yang menyatakan kemenangan, tanpa didampingi Sandiaga.

“Hasil exit poll kita di 5 ribu TPS kita menang. Dan hasil quick count kita menang 52,2 persen,” kata Prabowo.

Selang beberapa jam kemudian, masih di hari yang sama yakni 17 April, Prabowo kembali menyatakan diri sebagai pemenang pilpres.

Sehari setelahnya pada 18 April, Prabowo kembali mendeklarasikan kemenangan. Kali ini, dia ditemani Sandiaga Uno dan sejumlah petinggi BPN. Momen deklarasi kemenangan ketiga kalinya itu diwarnai perbincangan soal raut muka lesu Sandiaga Uno di media sosial.

“Saya ulangi, pada hari ini, saya, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa saya dan saudara Sandiaga Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2019-2024 berdasarkan penghitungan lebih dari 62 persen hitungan real count,” kata Prabowo di kediamannya, Jl Kertanegara,  Jakarta Selatan.

Rekapitulasi KPU
Pasangan 01: 85.607.362 suara atau 55,5 persen,
Pasangan 02: 68.650.239 suara atau 44,5 persen.

Editor : Admin

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190521061318-32-396711/hasil-quick-count-pilpres-tak-meleset-dari-hitung-resmi-kpu

Please follow and like us:
error0

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*