Terobosan Baru Agar Tidak Digigit Nyamuk

Butuh Mobil Baru, Hubungi Dealer Resmi Suzuki Mobil Polman – Sulbar

PolewaliMandar.Net – Para ilmuwan menemukan cara baru agar nyamuk tak tertarik lagi mengisap darah manusia. Solusinya sangat manis, karena melibatkan gula.

Bagi nyamuk, kira-kira 20 persen orang punya darah lebih lezat. Karena itu mereka lebih sering jadi mangsa.

Mencegah gigitan nyamuk selalu lebih efektif, daripada mencoba mengobatinya. Apalagi mengingat potensi penyakit berbahaya yang bisa ditularkan lewat gigitan nyamuk.

Para peneliti dari University of Milan, Italia menemukan cara baru agar nyamuk tak lagi menggigit manusia. Menurut peneliti Jessica Dittmer dan Paolo Gabrieli, saat nyamuk diberi makan gula, mereka jadi kurang tertarik pada manusia.

“Kalau Anda bisa mencegah nyamuk tertarik pada manusia, Anda bisa mengurangi kemungkinan manusia terinfeksi oleh virus,” ujar Gabrieli, seorang ahli zoologi, salah satu penulis riset.

Gabrieli dan Dittmer bereksperimen dengan nyamuk macan (Aedes albopictus) betina. Nyamuk yang umumnya hidup di kawasan Asia Tenggara ini diberi larutan gula.

Akibatnya, nyamuk itu mengalami peningkatan energi konstan. Sehingga, kecenderungan mengisap darah manusia pun berkurang.

“Dalam konteks ini, tim kami berfokus pada mekanisme molekuler yang mengendalikan perilaku nyamuk mencari inang, yaitu mekanisme yang memengaruhi ketertarikan mereka pada inang manusia,” jelas Dr. Gabrieli.

Perlu diketahui, hanya nyamuk betina yang mengisap darah manusia. Nyamuk jantan tidak mengonsumsi darah.

Nyamuk betina membutuhkan asupan darah sebagai sumber protein untuk pembentukan dan perkembangan telur nyamuk. Sementara gula–yang biasanya mereka peroleh dari nektar pada tanaman–berfungsi sebagai suplemen.

Dalam riset yang dipublikasikan di PLOS Biology ini, tim riset menemukan, dengan memberi nyamuk betina larutan gula, mereka sudah cukup merasa berenergi, tidak perlu lagi mencari inang. Efek makan gula pada nyamuk bisa bertahan selama lima sampai enam hari.

Respons ketertarikan nyamuk pada manusia, diatur oleh protein yang disebut Vitellogenin. Vitellogenin adalah protein prekursor untuk kuning telur.

Protein ini diketahui bisa memengaruhi reproduksi dan perilaku mencari makan ratu dan pekerja pada serangga sosial seperti lebah dan semut. Baru lewat riset ini, terungkap bahwa peran yang sama juga berlaku pada nyamuk.

Melalui pengurutan transkriptome, para peneliti menemukan sejumlah perubahan ekspresi gen yang terkait dengan berkurangnya perilaku mencari inang.

Salah satu gen yang akan terpengaruh–dari setidaknya 23 gen–adalah gen Vitellogenin Vg-2. Gen ini diketahui berkontribusi pada perkembangan ovarium.

Saat peneliti bereksperimen dengan gangguan RNA untuk menghancurkan gen Vg-2, ekspresi dipulihkan. Nyamuk kembali merasa butuh mencari inang.

Oleh sebab itu, hal ini mengonfirmasi peran Vg-2 dalam mengatur perilaku makan dan daya tarik nyamuk betina terhadap darah manusia.

Dengan memahami proses berkurangnya ketertarikan nyamuk pada darah manusia, hasil riset ini bisa berbuah strategi baru untuk mengurangi dan mencegah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

Bahkan, manipulasi gen Vg-2 bukan tak mungkin kelak bisa memberantas penyakit fatal seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, dan Zika.

“Jika kita bisa mengubah jalur molekuler ini, dan mengurangi motivasi nyamuk menggigit manusia, kita akan mengurangi dimensi populasi nyamuk dan, pada gilirannya, penularan penyakit,” pungkas Dr. Gabrieli.

 

Editor : Admin

Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/solusi-manis-agar-tak-digigit-nyamuk?fbclid=IwAR3Qqrw1U7BsRX9dTaAAUmR5MoV1hsnWzVgY2NyPNVaPQipiQZY9t9hE1Lk

Please follow and like us:
error0

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*