Wajib Belajar 9 Tahun Belum Maksimal

Butuh Mobil Baru, Hubungi Dealer Resmi Suzuki Mobil Polman – Sulbar

PolewaliMandar.Net – Tantangan pendidikan di Indonesia tidaklah sedikit. Diantara tantangannya adalah wajib belajar (wajar) 12 tahun yang gratis, peningkatan mutu kurikulum, hingga keterjangkauan pendidikan oleh masyarakat miskin masih menjadi permasalahan di daerah.

“Itu semua menjadi tantangan tersendiri  yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah,” kata Anggota Komisi X DPR RI Marlinda Irwanti dilansir dari siedoo.com.

Karena kualitas pendidikan yang buruk, lanjutnya, tentu membuat Indonesia belum mampu bersaing dengan negara lain.

“Saya berharap khusus untuk sekolah swasta dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasaran pendidikan di sekolahnya,” jelas Linda.

Perempuan berjilbab ini menilai masih banyaknya problem di bidang pendidikan salah satunya karena kurangnya perhatian pemerintah.

Amanat Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945 Pasal 31 ayat 1 dan ayat 2. Di dalam pasal ini ditegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah pun wajib membiayainya

Tidak hanya itu, lanjutnya, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional sebagai kebijakan pembaharuan pendidikan menjadi landasan hukum bagi pemerintah untuk menyusun program atau kegiatan yang terencana, terarah dan berkesinambungan. Sehingga, keluaran pendidikan nasional mampu menghadapi tantangan dan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.

“Sayangnya, pada kenyataannya berbagai regulasi tersebut belum mampu mengatasi permasalahan pendidikan yang ada,” tandasnya.

Salah satu permasalahan yang sering ditemui di daerah adalah, lanjutnya, kurangnya sarana dan prasarana. Hal itu yang menyebabkan kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang profesional, jumlah guru yang terbatas, dan biaya pendidikan yang mahal.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah yang memberikan dorongan sekolah-sekolah vokasi sebagai alternatif untuk memberikan peluang kerja bagi lulusannya dengan membuat link and matchsekolah kejuruan dengan dunia usaha.

Sementara itu Mendikbud Muhadjir Effendy menyatakan wajar 12 tahun belum tercapai secara maksimal.

“Kita masih belum maksimal,” ujar Muhadjir dilansir dari siedoo.ccom.

Dirinya berharap, dengan sistem zonasi yang sudah mulai diterapkan secara bertahap, maka program wajib belajar 12 tahun bisa terwujud.

“Kita harapkan kita akan bisa segera mencapai titik optimum wajib belajar, khususnya wajib belajar 12 tahun,” ucap Muhadjir.

 

Editor : Admin

Sumber : siedoo.com

Please follow and like us:
error0

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*