Mutu Siswa Ditentukan Oleh Kualitas Pembelajaran

Butuh Mobil Baru, Hubungi Dealer Resmi Suzuki Mobil Polman – Sulbar

PolewaliMandar.Net – Saat ini upaya pemerataan kualitas pembelajaran menjadi fokus dari pemerintah. Kualitas atau Mutu yang dimaksud adalah peningkatan kompetensi siswa, pengembangan karakter, literasi unggul, dan penguasaan kompetensi abad 21, seperti kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, berkomunikasi, serta kreatif.

Untuk itu pembelajaran di kelas, guru-guru harus mampu memfasilitasi siswa menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran. Siswa juga dilatih keterampilan abad 21 dan peningkatan minat membaca. Masyarakat juga terlibat aktif dalam meningkatkan kualitas sekolah.

Mutu siswa ditentukan pembelajaran yang berkualitas, maka yang harus dikontrol dan diawasi adalah guru. Maju tidaknya sekolah bergantung guru dan kepala sekolah dalam menjalankan perannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Demikian dipaparkan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad, pada acara Sharing Best Practice Program PINTAR di Jakarta. Dalam setahun ini Tanoto Foundation melalui Program PINTAR bekerja sama dengan Kemendikbud telah melatih para guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan pengawas sekolah.

“Ini dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, manajemen berbasis sekolah, dan budaya baca,” ujar Hamid.

Diwartakan siedoo.com,  Tanoto Foundation melalui Program PINTAR, sampai Mei 2019 telah melatih dan mendampingi 9.647 guru, kepala sekolah, pengawas, dan komite sekolah. Jumlah itu dari 1.465 sekolah dan madrasah yang tersebar di lima provinsi, yaitu Sumatera Utara, Jambi, Riau, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur.

Diharapkan pada tahun 2022, ada lebih dari 9.000 sekolah dan madrasah yang mendapatkan manfaat dari Program PINTAR untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, manajemen sekolah, dan budaya membaca.

“Saya mendorong program ini perlu didiseminasikan dalam rangka pemerataan kualitas pendidikan. Kemendikbud, pemerintah daerah, dan Tanoto Foundation perlu bersinergi untuk mewujudkannya,” kata Hamid.

Di tempat yang sama, Murniati Nasution, Kepala SDN 122375 Pematang Siantar, Sumatera Utara, memaparkan pengalamannya membawa perubahan pembelajaran di sekolahnya. Semua guru konsisten menerapkan pembelajaran aktif, siswa difasilitasi belajar menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan kegiatan membaca buku setiap hari.

Dikatakan Murniati, orang tua juga terlibat aktif dalam mendukung peningkatan mutu di sekolahnya. Kini, para kepala sekolah dan guru-guru dari sekolah lainnya tertarik belajar dan mengunjungi sekolahnya untuk melihat proses pembelajaran di kelas.

Murniati mengaku sering mengikuti pelatihan namun tidak ada tindaklanjut implementasinya. Namun diakuinya pelatihan melalui Program PINTAR ini sangat berbeda.

“Sejak awal pelatihan kami sudah langsung berpraktik. Kami juga didampingi agar dapat menerapkan dalam pembelajaran. Hal itu membuat saya bersama para guru terinspirasi untuk berkomitmen menerapkan hasil pelatihan,” terang Murniati dikutip jpnn.com.

Untuk memastikan guru juga berkomitmen menerapkan pembelajaran aktif di kelas, Murniati rutin melakukan pendampingan pembelajaran melalui kegiatan supervisi. Murniati juga membantu  guru menyiapkan perangkat dan media pembelajaran, menunggui, dan mengajak diskusi setelah mengajar.

Setelah perubahan terjadi di semua kelas, pihak sekolah mulai mengundang orang tua siswa untuk melihat pembelajaran di kelas. Juga melihat karya siswa hasil pembelajaran yang dipajangkan.

“Ternyata orangtua sangat terkesan dengan hasil belajar anak-anaknya. Jadi bukan hanya angka-angka saja yang dilaporkan, tetapi hasil riil pembelaran siswa di kelas, bisa diketahui orang tua siswa,” papar Murniati.

 

editor : admin

sumber : sieedo.com

Please follow and like us:
error0

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*