3 Penyebab Anak Kurang Gizi dan Cara Mengatasinya
Parenting

3 Penyebab Anak Kurang Gizi dan Cara Mengatasinya

Tumbuh kembang anak bisa optimal tentunya dengan asupan nutrisi yang cukup, sehingga tidak mengalami kekurangan gizi. Jika masalah anak kurang gizi tidak dipahami dan diatas sesegera mungkin bisa berisiko pada masa depan anak nantinya. Berikut ini penyebab anak mengalami kurang gizi dan cara untuk mengatasinya.

Penyebab Kurang Gizi

1.     Orang Tua Minim Pengetahuan

Penyebab paling mendasar terjadinya kurang gizi pada anak karena orang tuanya tidak memahami bagaimana gizi seimbang untuk anak. Di mana tidak paham tentang jenis dan jumlah nutrisi yang dibutuhkan di usianya.

Akhirnya berdampak pada gizi anak yang membuatnya menjadi kurus dan mengalami kekurangan gizi. Penting sekali untuk mengetahui di usianya anak membutuhkan berapa banyak kalori setiap hari dan makanan apa saja yang bagus untuk tumbuh kembangnya.

2.     Lingkungan yang Tidak Bersih

Lingkungan yang tidak bersih bisa membuat anak mengalami berbagai penyakit yang akhirnya membuat penyerapan gizi terhambat. Ini tentunya akan membuat anak sekali pun makan banyak tetapi tidak bisa menjadi nutrisi yang baik bagi anak. Bahkan ini bisa juga membuat anak kehilangan nafsu makannya.

3.     Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan juga bisa menjadi penyebab anak mengalami kekurangan gizi. Di mana anak sudah diberikan makanan sehat dan jadwal yang teratur tetapi tidak terlihat kenaikan berat badannya. Gangguan pencernaan ini jika tidak segera diatasi bisa berisiko membuat anak menjadi stunting.

Cara Mengatasi Masalah Kurang Gizi

1.     Atur Asupan Nutrisinya

Penting untuk Anda mengatur asupan nutrisi anak sesuai dengan kebutuhan usianya. Tingkatkan  protein, karbohidrat, cairan, vitamin, dan mineral agar bisa mengatasi masalah kurang gizinya. Keberhasilan Anda dilihat dari kenaikan berat badan anak.

Nantinya setelah membaik anak juga akan memiliki imunitas yang kuat. Selama mengatur asupan nutrisi ini dibarengi dengan membuat jadwal makan anak yang teratur dan kurangi adanya gangguan selama waktu makan.

2.     Pemeriksaan ke Dokter

Saat cara pertama tidak memberikan dampak yang signifikan dalam beberapa waktu, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan ke dokter. Cara ini untuk mengetahui kondisi perkembangan anak dan status gizinya sudah di tahap mana. Saran dari dokter sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah kurang gizi ini dengan optimal.

3.     Pemberian Suplemen

Cara terakhir untuk mengatasi kurang gizi pada anak dengan pemberian suplemen. Tujuannya untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada anak, sehingga berdampak pada nafsu makannya. Hanya saja suplemen yang diberikan tentunya hasil resep dari dokter.

Lebih cepat Anda mengetahui adanya potensi anak kurang gizi lebih cepat juga menemukan cara untuk mengatasinya. Jadi tidak menghabiskan masa golden emasnya dan tumbuh kembang anak masih bisa segera dikejar. Anak yang memiliki bb tidak sama dengan seusianya alias lebih rendah menjadi salah satu tanda awal mengalami gizi buruk.