Nutrisi Otak Anak untuk Meningkatkan Kecerdasannya
Parenting

Nutrisi Otak Anak untuk Meningkatkan Kecerdasannya

Semua orang tua pastinya menginginkan anak mereka tumbuh sebagai anak yang sehat serta cerdas. Mereka beraharap anak mudah berkonsentrasi serta dapat memahami pelajaran sehingga mencapai prestasi gemilang di sekolahnya. Salah satu cara yang dapat orang tua lakukan yaitu memberikan makanan yang di dalamnya padat gizi untuk si kecil setiap hari.

Tetapi perlu orang tua pahami tak semua makanan terkandung gizi yang baik dan terdapat nutrisi otak anak. Padahal nutrisi tersebut sangatlah penting untuk meningkatkan kecerdasan bagi anak itu sendiri. Dengan demikian orang tua bisa membantu si kecil tumbuh dengan optimal dan ia pun mempunyai kecerdasan yang akan membanggakan mereka.

Jenis Nutrisi yang Bisa Meningkatkan Kecerdasan Pada Otak Anak

Keperluan nutrisi untuk otak si kecil tak hanya penting untuk dipenuhi saat usia perkembangan balita atau di bawah lima tahun. Nutrisi tersebut juga penting untuk orang tua penuhi selama anak dalam masa perkembangan sejak enam sampai sembilan tahun untuk menunjang proses tumbuh kembangnya. Selain itu kemampuan berpikir anak saat menginjak usia sekolah nantinya kian meningkat.

Sebagai orangtua tentunya Anda ingin bisa menunjang perkembangan otak yang sedang anak alami dengan cara memberikan sejumlah makanan kaya nutrisi. Oleh sebab itulah Anda wajib tahu apa-apa saja jenis makanan yang di dalamnya terdapat kandungan nutrisi sesuai kebutuhan si kecil sehingga otaknya menjadi cerdas.

  1. Omega 3 dan 6

Zat omega 3 dan 6 merupakan dua jenis asam lemak yang begitu diperlukan oleh otak si kecil. Apabila orang tua lebih sering mendengar istilah AA dan DHA, kedua istilah nutrisi tersebut adalah bentuk lain dari omega 3 dan 6. Kedua asam lemak ini bisa menunjang perkembangan dalam otak anak sehingga lebih optimal.

DHA adalah bagian dari asam lemak omega 3 yang bisa membangun sebesar 8% dari jumlah berat otak si kecil. Hal tersebut tentunya begitu bermanfaat guna mengoptimalkan fungsi dalam otak si kecil. Karena itulah Anda dapat memberikan susu yang di dalamnya tinggi omega 3, 6, serta DHA agar kecedasannya bisa meningkat. Bukan itu saja bentuk lainnya berupa bermacam ikan yang berminyak.

  1. Zat Besi

Selain kedua asam lemak tersebut, nutrisi lainnya yang diperlukan guna mendukung tahap perkembangan otak serta kecerdasan si kecil yaitu zat besi. Dalam masa pertumbuhannya, buah hati membutuhkan nutrisi tersebut guna meningkatkan kecerdasannya. Dalam sel darah merah, memerlukan asupan zat besi guna mengangkut oksigen ket tiap sel dalam tubuh termasuk bagian otak. Zat besi ini yang nantinya berguna untuk meningkatkan fungsi serta kemampuan dalam otak anak.

Nutrisi yang diperlukan oleh otak anak pada dasarnya sangat banyak mengingat anak dalam masa pertumbuhan. Karena itulah orang tua wajib memberikan nutrisi tersebut demi mendukung tumbuh kembangnya.

4 Kiat Mengatasi Anak yang Alergi Makanan Tertentu
Parenting

4 Kiat Mengatasi Anak yang Alergi Makanan Tertentu

MPASI merupakan periode penting yang harus diperhatikan orang tua dalam memberikan nutrisi pelengkap selain ASI. Berikan menu makanan yang bergizi mulai jenis buah, sayuran, daging, kacang-kacangan, dan lain-lain. Namun, Anda harus mencoba mengenalkan tekstur makanan bayi dalam beberapa hari berturut-turut untuk melihat adaptasi anak pada makanan tertentu. Hal ini bisa memberikan informasi mengenai anak alami alergi pada jenis makanan tertentu.

Mengatasi Anak yang Alergi Makanan

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan anak alami alergi seperti faktor genetik, kandungan pada makanan, makanan yang terkontaminasi bakteri, tidak mendapatkan asupan ASI, dan lain-lain. Biasanya tanda anak alami alergi pada makanan yaitu batuk, muntah, diare, kulit alami peradangan, sulit bernapas, bahkan si kecil bisa pingsan. Berikut kiat mengatasi anak yang alami alergi pada jenis makanan tertentu yaitu :

1. Hindari pemicu alergi

Apa yang membuat anak alergi, maka hindari hal yang bisa memicu masalah tersebut. Bila anak alergi pada bulu kucing atau serbuk bunga, maka hilangkan hal-hal yang memicu alergi lebih parah. Hal serupa bisa Anda terapkan pada anak yang alami alergi pada jenis makanan tertentu, ya!

2. Memberi asupan makanan yang bergizi

Dalam mengenalkan menu MPASI, Anda memang harus bersiap dengan konsekuensi anak alami alergi. Sebaiknya Anda tidak bergonta-ganti menu makanan setiap hari, tapi coba terapkan dalam beberapa hari untuk melihat reaksi alergi anak. Usahakan untuk selalu memenuhi kebutuhan MPASI anak usia 6 bulan ke atas dengan menu makanan sehat sesuai rekomendasi dokter.

3. Melakukan pemeriksaan ke dokter

Bila anak mulai mengenal rasa dan tekstur makanan bayi, sebaiknya kenalkan pada jenis makanan secara bertahap. Anda bisa memilih variasi menu dan tekstur makanan bayi sesuai tahap tumbuh kembang si kecil, misalnya nasi tim beras merah dengan tambahan wortel, brokoli, bayam, daging ayam, atau menu lainnya.

Bila anak menderita alergi pada makanan yang parah, lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan lebih lanjut. Pemberian obat-obatan tertentu pada kasus alergi parah bisa saja terjadi sehingga Anda harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan anak, ya!

4. Selalu menjaga kebersihan makanan dan lingkungan sekitar

Reaksi anak alergi seperti muntah atau diare bisa terjadi karena makanan terkontaminasi bakteri atau kotor. Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan makanan, peralatan yang digunakan untuk memasak dan lingkungan sekitar yang bersih. Lingkungan yang kotor bisa membuat tumbuh kembang anak alami gangguan, apalagi Anda meletakkan makanan sembarangan yang acap terkena debu.

Supaya Anda memiliki buah hati yang senantiasa tumbuh sehat, pilih produk bubur bayi yang berkualitas. Perhatikan cara penyajian yang baik dan bersih untuk mendukung pemberian MPASI terbaik. Tekstur makanan bayi yang lembek harus sekali habis sehingga makanan tidak berisiko terkontaminasi bakteri atau virus. Sisa bubur yang dimasak boleh disimpan di kulkas, asal Anda membuat bubur dalam satu porsi langsung habis sesuai jadwal makan si kecil.

4 Tips Pemakaian Diaper pada Anak dengan Kulit Sensitif
Parenting

4 Tips Pemakaian Diaper pada Anak dengan Kulit Sensitif

Penggunaan diaper atau popok sekali pakai memang dirasa sangat praktis di mata orang tua. Selain itu diaper juga membuat anak lebih mudah beraktivitas tanpa terhalang celana basah karena buang air kecil. Produk diaper dari Mamypoko dapat menjadi sebuah pilihan tepat karena memiliki kualitas terbaik yang membuat anak merasa nyaman beraktivitas.

Pemakaian pada Anak dengan Kulit Sensitif

Sayangnya diaper ini tidak selalu cocok untuk semua anak. Ada sebagian anak yang memiliki kulit ekstra sensitif sehingga pemakaian diaper ini terbilang cukup tricky. Jika memang anak memiliki tipe kulit sensitif maka orang tua harus hati-hati dalam menerapkan pemakaian diaper tersebut. Berikut adalah 4 tips yang bisa dilakukan oleh para orang tua:

1. Gunakan Popok yang Tepat

Prinsip pertama adalah pilihlah jenis popok yang tepat. Apalagi jika anak Anda cenderung memiliki tipe kulit yang sensitif. Pemilihan jenis popok jelas harus menjadi pertimbangan matang demi mencegah terjadinya iritasi. Pilihlah tipe popok yang dapat menjaga keseimbangan pH setelah menampung urine yang keluar.

Selain itu, pastikan popok terbuat dari material lembut sehingga tidak akan terasa kasar saat bergesekan dengan kulit. Selain itu juga penting sekali untuk memastikan popok punya daya serap yang baik. Jika daya serapnya tinggi maka popok akan terjaga tetap kering meskipun dengan intensitas urine yang cukup banyak.

2. Ganti Popok secara Berkala

Usahakan untuk sering mengganti popok si kecil. Paling tidak gantilah popok setiap 4 jam sekali untuk memastikan bakteri tidak berkembang terlalu banyak di area vital si kecil. Popok yang tidak diganti untuk jangka waktu lama bisa menyebabkan bakteri berkembang biak dan memicu iritasi.

Sebenarnya penggantian popok tidak selalu harus setiap 4 jam sekali. Periksalah kondisi popok si kecil secara berkala. Jika memang sudah terasa basah dan terlalu banyak muatan urine di dalamnya maka segera lakukan penggantian. Meskipun memang pemakaian popok belum mencapai 4 jam.

3. Gunakan Ukuran yang Tepat

Pilihlah ukuran popok yang tepat. Jangan menggunakan popok yang ukurannya terlalu ketat karena hal ini bisa memicu iritasi. Pada kemasan diapers sudah tertera panduan pemilihan ukuran. Namun orang tua bisa juga menyesuaikan pilihan ukuran dengan bentuk juga besar tubuh anak. Produk Mamypoko sendiri telah menyediakan berbagai pilihan ukuran yang dapat mengikuti pertumbuhan si kecil.

4. Oleskan Krim

Pada anak-anak yang memang memiliki kulit sensitif, cobalah untuk mengoleskan krim anti ruam. Ini bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan iritasi akibat penggunaan diapers. Pilihlah krim anti ruam yang cocok untuk kulit bayi dan hypoallergenic. Krim ini akan menjaga kelembapan dan mencegah terjadinya iritasi kulit.

Itulah tadi 4 tips penggunaan diaper yang diperlukan untuk anak dengan kulit sensitif. Mamypoko dapat menjadi pilihan produk diaper yang tepat bagi anak Anda. Temukan produk ini di toko online perlengkapan bayi terlengkap dan dapatkan penawaran harga terbaik!

3 Penyebab Anak Kurang Gizi dan Cara Mengatasinya
Parenting

3 Penyebab Anak Kurang Gizi dan Cara Mengatasinya

Tumbuh kembang anak bisa optimal tentunya dengan asupan nutrisi yang cukup, sehingga tidak mengalami kekurangan gizi. Jika masalah anak kurang gizi tidak dipahami dan diatas sesegera mungkin bisa berisiko pada masa depan anak nantinya. Berikut ini penyebab anak mengalami kurang gizi dan cara untuk mengatasinya.

Penyebab Kurang Gizi

1.     Orang Tua Minim Pengetahuan

Penyebab paling mendasar terjadinya kurang gizi pada anak karena orang tuanya tidak memahami bagaimana gizi seimbang untuk anak. Di mana tidak paham tentang jenis dan jumlah nutrisi yang dibutuhkan di usianya.

Akhirnya berdampak pada gizi anak yang membuatnya menjadi kurus dan mengalami kekurangan gizi. Penting sekali untuk mengetahui di usianya anak membutuhkan berapa banyak kalori setiap hari dan makanan apa saja yang bagus untuk tumbuh kembangnya.

2.     Lingkungan yang Tidak Bersih

Lingkungan yang tidak bersih bisa membuat anak mengalami berbagai penyakit yang akhirnya membuat penyerapan gizi terhambat. Ini tentunya akan membuat anak sekali pun makan banyak tetapi tidak bisa menjadi nutrisi yang baik bagi anak. Bahkan ini bisa juga membuat anak kehilangan nafsu makannya.

3.     Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan juga bisa menjadi penyebab anak mengalami kekurangan gizi. Di mana anak sudah diberikan makanan sehat dan jadwal yang teratur tetapi tidak terlihat kenaikan berat badannya. Gangguan pencernaan ini jika tidak segera diatasi bisa berisiko membuat anak menjadi stunting.

Cara Mengatasi Masalah Kurang Gizi

1.     Atur Asupan Nutrisinya

Penting untuk Anda mengatur asupan nutrisi anak sesuai dengan kebutuhan usianya. Tingkatkan  protein, karbohidrat, cairan, vitamin, dan mineral agar bisa mengatasi masalah kurang gizinya. Keberhasilan Anda dilihat dari kenaikan berat badan anak.

Nantinya setelah membaik anak juga akan memiliki imunitas yang kuat. Selama mengatur asupan nutrisi ini dibarengi dengan membuat jadwal makan anak yang teratur dan kurangi adanya gangguan selama waktu makan.

2.     Pemeriksaan ke Dokter

Saat cara pertama tidak memberikan dampak yang signifikan dalam beberapa waktu, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan ke dokter. Cara ini untuk mengetahui kondisi perkembangan anak dan status gizinya sudah di tahap mana. Saran dari dokter sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah kurang gizi ini dengan optimal.

3.     Pemberian Suplemen

Cara terakhir untuk mengatasi kurang gizi pada anak dengan pemberian suplemen. Tujuannya untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada anak, sehingga berdampak pada nafsu makannya. Hanya saja suplemen yang diberikan tentunya hasil resep dari dokter.

Lebih cepat Anda mengetahui adanya potensi anak kurang gizi lebih cepat juga menemukan cara untuk mengatasinya. Jadi tidak menghabiskan masa golden emasnya dan tumbuh kembang anak masih bisa segera dikejar. Anak yang memiliki bb tidak sama dengan seusianya alias lebih rendah menjadi salah satu tanda awal mengalami gizi buruk.